Rabu, 01 Februari 2017

Diare


Diare termasuk salah satu gangguan saluran pencernaan yang paling sering ditemui pemilik anjing GSD (pencernaan GSD terkenal sangat sensitif), biasanya terjadi karena ketidakseimbangan flora di dalam saluran pencernaan.

Diare sendiri bukanlah merupakan penyakit melainkan suatu gejala yang mengiringi adanya penyakit maupun gangguan pada tubuh. Normalnya, anjing dewasa defekasi sekali sehari bila diberi makan satu sampai dua kali sehari. Perubahan baik berupa peningkatan frekuensi defekasi, volume maupun konsistensi feses mulai dari yang lembek hingga cair serta dapat disertai dengan ada tidaknya perubahan warna feses merupakan gejala umum diare. 

Sumber:
Pietklinik
DogLover : LabsLover


Meskipun diare mudah dikenali, namun untuk mengetahui penyebab dan penanganannya cukup kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi eksistensi fungsi saluran pencernaan tersebut :

1. Diet

Diare yang disebabkan faktor diet ini dapat berupa penggantian makanan secara mendadak, overeating (porsi pemberian makanan terlalu banyak), intoleransi makanan, adanya benda asing yang tidak dapat tercerna misalnya rumput maupun sumber makanan yang tidak bersih misalnya dari sampah. 

Penggantian makanan secara mendadak dapat menyebabkan gangguan keseimbangan flora normal

Lactose intolerance dimana laktosa susu tidak dapat dicerna karena kekurangan enzyme lactase khusus nya anak anjing.Akibatnya terjadi penumpukan laktosa di usus dan memicu fermentasi mikroba berlebih yang berdampak pada diare osmotik. Penanganan yang dapat dilakukan adalah memberikan susu dengan kandungan laktosa yang rendah. Selain itu anjing juga dapat mengalami intoleransi terhadap makanan yang spicy (banyak bumbu) dan berminyak yang biasanya terdapat pada jenis makanan rumahan.

Anjing yang memakan makanan yang kurang bersih seperti dari sampah selain dapat mengakibatkan diare juga kadang disertai gejala muntah. Hal ini dikarenakan kemungkinan bakteri pembusuk maupun toksin dalam makanan sampah yang dapat mengiritasi mukosa saluran cerna. 


2. Kegiatan /olah raga berlebihan.


3. Parasit intestinal

Parasit intestinal pada anjing diantaranya cacing whipworms (cacing pipih), hookworms (cacing tambang), roundworms (cacing gilig).


4. Infeksi bakteri dan protozoa

5. Infeksi virus

Yang paling sering ditemui dan biasanya bersifat fatal pada anak anjing yang belum divaksinasi adalah parvovirus dan coronavirus. Infeksi oleh virus ini menyebabkan diare berdarah akut disertai muntah dan dehidrasi parah. Berbeda dengan infeksi lain, virus bersifat contagious (sangat menular) dengan tingkat morbiditas (virulensi) dan mortalitas (kematian) tinggi terutama pada anak anjing. Pencegahan hanyalah dengan vaksinasi yang dapat dimulai saat anak anjing memasuki usia 6-8 minggu. 

6. Obat maupun toksin

Obat tertentu dapat menimbulkan efek samping diare, diantaranya NSAID (non steroidal anti-inflammatory agent) seperti aspirin, anthelmentik (obat cacing), obat antikanker serta beberapa jenis antibiotik tergantung sensitivitas individual.

7. Inflammatory bowel disease (IBD)

Terjadinya IBD atau yang lebih dikenal dengan peradangan di saluran cerna diduga oleh adanya peranan berbagai faktor seperti nutrisi, bakteri, genetik dan sistem imun yang menyebabkan reaksi hypersensitif sehingga terjadi gangguan permeabilitas dan lesion (luka) jaringan mukosa dan akhirnya berdampak pada terjadinya diare kronis.  


Selain faktor penyebab, anda juga perlu mengenali durasi diare pada anjing yang dapat dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu diare yang bersifat akut dan kronis. Diare akut umumnya terjadi tiba-tiba dan berlangsung dalam durasi yang pendek hingga 1-2 minggu. Sedangkan bila diare terjadi secara persisten (lebih dari 3 minggu) atau memiliki sejarah berulang maka dapat dikategorikan sebagai diare kronis. 

Saat anjing anda mengalami diare akut ringan namun kondisinya tetap lincah dengan nafsu makan yang baik dan tanpa disertai gejala klinis lain maka kemungkinan diare yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor diet. Meskipun demikian baik diare yang bersifat akut maupun kronis tetap memerlukan perhatian khusus bila disertai dengan adanya gejala lain seperti nafsu makan berkurang, muntah, demam, lemas, mukosa pucat, diare disertai adanya darah maupun lendir, rasa sakit pada bagian abdomen dan lain sebagainya. Pada kondisi ini sebaiknya anda segera memeriksakan hewan anda ke klinik hewan maupun dokter hewan setempat untuk mendapatkan penanganan segera dan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya penyakit yang serius.




Pengobatan diare ringan: 

1.  Diatabs,  Diapet, Entrostop
2. Kaolin + pektin (merk NEO KAOLANA), dosis 1cc/kg, 3x sehari, 15 menit sebelum makan, selama 5 hari atau hentikan setelah pendarahan dan diare berhenti.


Kaolin + pectin berfungsi menyerap zat zat berbahaya dan melapisi dinding usus supaya tidak memperparah luka.



Pengobatan jika diare tidak berhenti:

Ada 2 pengobatan yang bisa dilakukan , dengan memakai :

1. Antibiotik : Sanprima atau Metronidazol.

Beri sulfamethoxazole+trimethoprim (merk SANPRIMA) beli di apotik. dosis 12,5 s/d 50mg/kg diacu pada kandungan trimethoprim, 2x sehari setelah makan), HARUS diberikan selama 5 hari ( tidak boleh dihentikan sebelum 5 hari meski sudah sembuh).

Saya pernah mengalami kasus berhenti memberikan antibiotik pada hari ke 2 karena berpikiran sudah sembuh, ternyata ini akan menjadi masalah besar di kemudian hari, malah menjadi semakin sering diare karena resisten antibiotik, akhirnya dengan sangat menyesal saya harus memakai kandungan double alias Forte - San Prima Forte, Ingat! selesaikan konsumsi obat sampai hari ke 5.



Resistensi antibiotik adalah kondisi ketika suatu strain bakteri dalam tubuh manusia menjadi resisten (kebal) terhadap antibiotik. Resistensi ini berkembang secara alami melalui mutasi evolusi acak dan juga bisa direkayasa oleh pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat 

2. Antidiare : Imodium yg berperan paling penting. 

Beri liporamide (merk IMODIUM), dosis 0,1mg/kg, 2x sehari setelah makan), selama 5 hari atau hentikan setelah pendarahan berhenti.


3. Vitamin K :  1tablet, 1x sehari saja setelah makan, selama 3 hari.

4. Anti muntahAnti mutah hanya diberikan apabila perlu; Damaben atau Vometa, diberikan sebelum makan kalau anjing muntah setelah makan, sehingga obat keluar lagi. Makanan yang mudah dicerna seperti bubur ayam juga berperan penting. Multi vitamin tidak saya gunakan, karena terkadang susah dicerna.


Beberapa tindakan yang bisa dilakukan :

Biarkan perutnya kosong selama 8 s/d 12 jam (tetap minum).
Beri makan bubur ayam (daging:nasi=1:1 masak dengan api kecil, daging ayam bagian dada yang tidak berlemak), pastikan anjing tidak alergi dengan ayam, kalau alergi ganti dengan daging lain pilih yang tanpa lemak. Setelah sembuh baru pelan pelan boleh di ganti ke makanannya yang biasa.
Bubur ayam adalah makanan yg sangat mudah dicerna oleh anjing, supaya usus tidak bekerja terlalu berat dan memperparah luka.

Jika anjing lemas, boleh dikasi minum larutan PEDIALYTE.
JANGAN DIBERI MADU, JANGAN DIBERI KUNING TELOR.


Bila dalam 5 hari tidak sembuh juga, segera bawa ke vet untuk diinfus dan diobservasi lebih lanjut.

Beberapa tambahan supplement prebiotik saya berikan untuk melancarkan proses pencernaan dan sangat membantu, solusi bagus dan murah bisa dengan Yogult Plan - yogult tanpa gula dan rasa (bisa beli di supermarket), diberikan setelah makan sebanyak 4 sendok makan / hari, dibagi 2x makan.

Untuk mengaktifkan flora di dalam pencernaan nya membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan.


Mengenal Sanprima Forte Cotrimoxazole :

Merupakan antibiotik kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole. Kombinasi ini terdiri dari perbandingan trimethoprim dan sulfamethoxazole satu banding lima. Trimethoprim merupakan antibiotik yang bersifat bakterisida sedangkan sulfamethoxazole merupakan antibiotik yang bersifat bakteriostatik. Kombinasi kedua antibiotik ini akan bekerja menghambat enzim yang memetabolisme asam folat pada bakteri yang peka, sehingga dalam bentuk kombinasi, antibiotik ini akan bersifat bakterisida. 


Indikasi Obat Sanprima Forte dapat digunakan untuk pengobatan beberapa infeksi berikut : 

Infeksi saluran pernapasan : Sebagai obat alternatif untuk mengobati bronchitis kronis eksaserbasi akut yang disebabkan oleh pneumoniae atau H. Influenzae. 

Antibiotik yang masih efektif untuk mengobati otitis media akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae Infeksi saluran pencernaan : Jika tidak ada obat golongan quinolon, 

Sanprima Forte juga bisa digunakan sebagai pencegahan traveller diare yang disebabkan oleh bakteri E. Coli. 

Bisa juga untuk mengobati disentri. Infeksi saluran kemih : sebagai pengobatan infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri E. coli, Enterobacter, P. vulgaris, Proteus mirabilis, Morganella morganii, atau Klebsiella. 

Brucellosis dan kolera : sebagai antibiotik alternatif jika obat utama (antibiotik tetracycline) tidak dapat digunakan, misalnya pada anak-anak.

Infeksi Kulit : Sebagai pengobatan infeksi kulit yang diakibatkan oleh bakteri M. marinum Pertusis : 

Sebagai antibiotik alternatif jika pasien alergi terhadap antibiotik erythromycin. Demam tifus atau penyakit tipes dan infeksi Salmonella lain :


Mengenal Obat Metronidazol 

adalah salah satu antibiotika yang paling banyak diresepkan oleh dokter di Indonesia. Metronidazol merupakan antibiotik yang cukup bagus untuk mematikan bakteri anaerob, yaitu bakteri yang hidup dalam suasana tanpa oksigen seperti di dalam luka tertutup contohnya luka pada kaki penderita kencing manis (diabetes) atau di dalam organ contohnya pada infeksi pada perut bagian dalam.


Senin, 30 Januari 2017

Tipe & Anatomi German Shepherd Dog


http://www.pedigreedatabase.com/
http://www.working-dog.eu/

Tipe / Jenis German Shepherd Dog :

1. West German Show Lines

Jenis yang paling populer dari GSD di Jerman khusus nya Jerman Barat, memperlihatkan garis keturunan yang dibiakkan untuk menyesuaikan dengan standar SV dan mendapatkan "licence" kesehatan untuk pinggul dan siku (standard IPO). Penampilan jenis ini sangat spesifik dan biasanya sangat seragam, paling sering ditampilkan dalam warna bulu hitam kemerahan.


2. American / Canadian Show Lines

Sangat populer di Amerika Utara sejak tahun 1970-an, disesuaikan dengan standard yang sangat ketat khususnya klub kennel Amerika dan Kanada.



3. West German Working Lines

Keturunan Anjing-anjing "working lines" Jerman Barat sering dikatakan yang paling dekat dari semua jenis untuk anjing asli yang dibiakkan oleh Max Von Stephanitz. Fokus diberikan untuk memperbaiki struktur kerja, temperamen yang solid dan terutama untuk memperbaiki kemampuan drive kerja yang kuat .
Keturunan working lines dari Jerman barat ini sangat unggul khusus nya kegiatan yang berhubungan dengan "olah raga" anjing (sport dog ), anjing polisi (K9) dan cocok sebagai family pet yang aktif.



4. DDR / East German Working Lines

Dikembangbiak-kan setelah Perang Dunia 2 dari anjing perang yang tersisa, DDR / anjing Jerman Timur yang diseleksi secara ketat oleh pemerintah Jerman Timur. Kontrol ketat dari garis keturunan DDR asli mengakibatkan tampilan yang sangat berbeda. Terkenal karena struktur kerja "play drive yang tinggi", kepala besar, tulang besar dan pigmen gelap. Garis keturunan DDR juga dikenal sebagai anjing sangat sehat dan berkualitas dan dihargai sebagai genetika fenomenal dan temperamen yang baik.



5. Czech Working Lines

Berasal dari komunis Cekoslowakia dan dibangun di atas dasar anjing kerja (Working Line) yang digunakan terutama untuk pekerjaan patroli perbatasan. Garis keturunan Republik Ceko ini didominasi oleh anjing yang memiliki dasar anjing patroli perbatasan dan anjing militer. Pengembangbiakan asli anjing Republik Ceko ini dilakukan oleh Tentara Cekoslowakia Pohranicni Straze kennel. Beberapa garis keturunan Ceko ini sangat "play drive" dan cenderung intensitas tinggi, anjing bekerja tangkas dan lincah.



Disini saya akan lebih banyak menampilkan dalam bentuk gambar khusus nya bagian pinggul kaki belakang.

Correct Topline


Extreme Rear Angulation

Incorrect




Cara berjalan 

Normal no 2



 Northern Gray Wolf & German Shepherd Dog

Jenis bulu / coat

                         Stock Coat                              

 Long Stock Coat

Shorter - Stock Coat


Before and After 100 years breeding :




Such as...Hip Dysplasia, etc.....

Breeder directory:

http://www.salztalblick.de/
http://www.wannaerhoehen.de/
http://www.talka-marda.de/
http://www.aritarbastet.cz/index_en.html
http://www.jabina.dk/a_engelsk/index_eng.htm
http://www.alpinek9.com/

Clubs and Organizations

German Shepherd Dog Club of America
www.gsdca.org
The German Shepherd Dog Club of America has a ton of excellent resources, information and events for GSD owners in the United States.

German Shepherd Dog Club of Canada
www.gsdcc.homestead.com
The German Shepherd Dog Club of Canada is an excellent resource for Canadian GSD owners.

German Shepherd Dog Club of America - Working Dog Association
www.gsdca-wda.org
The Working Dog Association (WDA) is dedicated to the betterment of the breed, and hosts a lot of different working dog events.

German Shepherd Schutzhund Club of Canada
www.gsscc.ca
An excellent club and resource for Canadians involved in the sport of Schutzhund/IPO.

United Schutzhund Clubs of America
www.germanshepherddog.com
The United Schutzhund Clubs of America is an excellent resource for Schutzhund/IPO competitors and enthusiasts in the United States.

Verein für Deutsche Schäferhunde
www.schaeferhunde.de
The Original German Shepherd Club located in Germany, where the SV German Shepherd Standard was born.





Kamis, 26 Januari 2017

Pelatihan Basic Obedience dengan e-Collar





Salah satu tujuan saya membuat blog ini adalah untuk memberikan tips kepada Anda bagaimana melakukan pelatihan sederhana (Basic Obedience) dengan tidak memakan waktu yang lama. Blog ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai pecinta anjing khusus nya trah GSD. Anjing tidak hanya sebagai hewan peliharaan untuk lucu-lucuan saja, akan tetapi anjing juga dapat menjadi "anggota keluarga" kita yang menyenangkan dengan perilakunya yang tidak merusak dan agresif. 

Mungkin kita sering melihat anjing yang sudah terlatih dengan baik sehingga sepertinya mereka sangat patuh dengan majikannya, cara melatih anjing agar patuh itu memang memerlukan konsistensi dan upaya lebih dari pemilik anjing itu. Pelatihan anjing paling tepat dimulai saat anjing masih sangat kecil, puppy berumur 2 bulan sudah bisa anda latih untuk mengerti beberapa tanda khusus, jika pelatihan dimulai sangat dini saat anakan maka tingkah laku dan karakter mereka masih sangat mudah dibentuk.

Menurut pribadi saya sendiri, untuk mendapatkan seekor anjing yang baik untuk dilatih adalah diambil dari garis keturunan (Gen) yang mempunyai "Drive" yang mantap, misal jenis German Shepherd Working Line dan Belgian Malinois sebagai anjing karya guna.

Anjing yang mudah dan cepat dilatih harus memenuhi 3 kriteria sbb :

1. Play Drive, play drive nya mesti bagus, sangat antusias terhadap pergerakan bola, aktif, keras kepala.

2. Food Drive, nafsu makan nya kuat - mau melakukan suatu tindakan demi makanan.

3. Mental yang berani, tidak takut, semakin digertak semakin berani - cocok untuk anjing karya guna (K9).


Pelatihan Anjing Karya Guna


Vom Almere - Mr Halim Lim

Banyak sekali teori pelatihan anjing di luar, salah satu yang terkenal dari Ivan Pavlov. Prinsip belajarnya terkenal dengan nama Classical Conditioning. Pavlov mengembangkan teori belajarnya dengan melakukan eksperimen pada seekor anjing (Santrock, 2008)




Begitu juga dengan teori B.F Skinner yaitu Operant Conditioning (Santrock, 2008). Pada Operant Conditioning, terdapat prinsip Reinforcement yaitu pemberian sesuatu yang positif untuk meningkatkan perilaku seperti pemberian hadian atau pujian. Selain itu, terdapat pula prinsip Punishment yaitu pemberian sesuatu yang tidak menyenangkan untuk mengurangi perilaku.



Ada beberapa jenis pelatihan anjing:

1. Pelatihan toilet training : melatih anjing buang air pada tempatnya.

2. Pelatihan Basic obedience (perintah dasar): merupakan perintah come, sit, down, stay, dan heel.

3. Pelatihan Anjing Karya Guna : terdiri atas pelatihan anjing sahabat, anjing pelacak, dan anjing penjaga.

4. Pelatihan Agility: kemampuan anjing berolah raga, melompati rintangan, menaiki papan, menelusuri terowongan, dan juga berenang.

5. Pelatihan Arena Pameran (Show ring) : pelatihan untuk lomba konformasi (anatomi) tubuh seperti peragawati.

6. Pelatihan Trick dan Game : melatih anjing untuk melakukan trik-trik dan permainan yang menyenangkan.

7. Pelatihan Khusus : melayani penderita cacat, mendeteksi beberapa penyakit, dll







Nah itu beberapa teori pelatihan dari beberapa ahli, sekarang saya akan memperkenalkan sistem pelatihan dengan memakai "e-Collar " sebagai alat untuk mengkoreksi tanpa menyakiti nya - tidak semua pelatih anjing setuju memakai e-collar - bagi saya pribadi , e collar sangat penting selama kita mengerti menggunakannya khusus nya untuk pelatihan basic obedience.
Banyak sekali produk e-Collar yang beredar di pasaran, tetapi merek favorit saya adalah Dogtra.


Saya sangat berkeyakinan, anjing akan bisa dilatih dengan baik jika mata anjing fokus / menatap langsung ke mata kita, jadi intinya adalah "FOKUS", selama anjing fokus / menatap mata kita saat melakukan proses pelatihan dijamin tingkat keberhasilannya.
Permasalahan nya adalah tidak gampang mem-fokuskan perhatian anjing ke kita, kalaupun dengan reward kadang hanya sementara, kondisi lingkungan sekitar mempengaruhi perhatian anjing ke kita, bagaimana cara men"colek" tuh anjing supaya mendengarkan kita? 
Di produk Dogtra bisa memanfaatkan getaran / pager untuk menstimulasi anjing untuk tetap dalam kondisi konsentrasi, dengan menekan tombol "pager" akan terjadi vibrasi khusus nya di bagian leher dan anjing akan dalam kondisi 'siap" menerima perintah, bagaimana ternyata anjing tidak merespon dan "cuek" dengan vibrasi dari Dogtra, pilihan terakhir adalah dengan menekan tombol " cubit" atau Nick Stimulation dengan sengatan listrik kecil akan menghasilkan cubitan kecil sebagai peringatan "punishment" , biasanya 3 x cubitan dengan jarak waktu berbeda, akan mengingatkan si anjing untuk selalu patuh dan fokus ke kita.

Allen & Logan @Vom Almere

Jadi stimulan e-Collar Dogtra 1900s ini ada 3 level :

1. Pager : Vibration only - sering dipakai.
berfungsi : fokus, konsentrasi, koreksi

2. Nick Stimulation (momentary) - dipakai sekali saat dibutuhkan.
berfungsi : koreksi, punishment / hukuman ringan

3. Constant Stimulation (continuous) - sangat jarang dipakai.
berfungsi: memberikan hukuman berat, misal mengejar kucing atau saat berkelahi dengan anjing lain, dll.


"Cubitan" / Nick Stimulation tidak boleh sering dilakukan karena akan berakibat menjadi trauma bagi sang anjing - disarankan membaca secara detail manual nya dan konsultasi dengan yang ahli sebelum memakai peralatan ini.
Kekuatan 'cubitan' atau Stimulation Level bisa kita atur dengan cara memutar tombol diatas dengan nilai output 0 s/d 127, saya memakai angka 75 untuk 'Logan", aman dan nyaman di level tersebut.
Jangan lupa selalu memberikan pujian / belaian jika anjing berhasil melakukan tugas nya dengan baik.

Dogtra 1900s Features Include:

¾ mile line of sight range
127 customizable levels of static stimulation
3 types of correction including “nick”, “constant”, and vibration only
LCD screen displays the level of stimulation
Checkered grip
Ergonomically shaped receiver
Completely waterproof transmitter and receiver collar
Available in a two dog system - Dogtra 1902s
Low to high power output with more intense vibration
Enhanced water excelling contact points
Recommended for dogs weighing 20 lbs. and up
Li-Polymer 2 hour quick charge batteries

Beberapa pelatihan kepatuhan dasar / basic obidience Logan GSD antara lain:

1. Sit
2. Stay
3. Down
4. Shake hand
5. Come
6. Heel
7. Hold
8. Retrive
9. Jump
10. Lempar bola balikin bola

Mr Alex Vonwater with Lucky & Ani

Miss Kimberly IPO 3

Mr Halim Lim with Ani


Jadwal kegiatan Logan GSD :

A. Senin & Rabu
Pagi : Walk 1.8km,
Sore : Walk 1km

B. Selasa & Kamis
Pagi : Run 5km
Sore: Walk 1 km

C. Jummat
Pagi : Walk 1.8km,
Sore : Walk 1km

D. Sabtu - Minggu
Pagi : Long Walk 6km - 9km

Dog Marathon 2017



Pelatihan sederhana dengan e-Collar Dogtra 1900s