
Diare termasuk salah satu gangguan saluran pencernaan yang paling sering ditemui pemilik anjing GSD (pencernaan GSD terkenal sangat sensitif), biasanya terjadi karena ketidakseimbangan flora di dalam saluran pencernaan.
Diare sendiri bukanlah merupakan penyakit melainkan suatu gejala yang mengiringi adanya penyakit maupun gangguan pada tubuh. Normalnya, anjing dewasa defekasi sekali sehari bila diberi makan satu sampai dua kali sehari. Perubahan baik berupa peningkatan frekuensi defekasi, volume maupun konsistensi feses mulai dari yang lembek hingga cair serta dapat disertai dengan ada tidaknya perubahan warna feses merupakan gejala umum diare.
Sumber:
Pietklinik
DogLover : LabsLover
DogLover : LabsLover
Meskipun diare mudah dikenali, namun untuk mengetahui penyebab dan penanganannya cukup kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi eksistensi fungsi saluran pencernaan tersebut :
1. Diet
Diare yang disebabkan faktor diet ini dapat berupa penggantian makanan secara mendadak, overeating (porsi pemberian makanan terlalu banyak), intoleransi makanan, adanya benda asing yang tidak dapat tercerna misalnya rumput maupun sumber makanan yang tidak bersih misalnya dari sampah.
Penggantian makanan secara mendadak dapat menyebabkan gangguan keseimbangan flora normal
Lactose intolerance dimana laktosa susu tidak dapat dicerna karena kekurangan enzyme lactase khusus nya anak anjing.Akibatnya terjadi penumpukan laktosa di usus dan memicu fermentasi mikroba berlebih yang berdampak pada diare osmotik. Penanganan yang dapat dilakukan adalah memberikan susu dengan kandungan laktosa yang rendah. Selain itu anjing juga dapat mengalami intoleransi terhadap makanan yang spicy (banyak bumbu) dan berminyak yang biasanya terdapat pada jenis makanan rumahan.
Anjing yang memakan makanan yang kurang bersih seperti dari sampah selain dapat mengakibatkan diare juga kadang disertai gejala muntah. Hal ini dikarenakan kemungkinan bakteri pembusuk maupun toksin dalam makanan sampah yang dapat mengiritasi mukosa saluran cerna.
2. Kegiatan /olah raga berlebihan.
3. Parasit intestinal
Parasit intestinal pada anjing diantaranya cacing whipworms (cacing pipih), hookworms (cacing tambang), roundworms (cacing gilig).
4. Infeksi bakteri dan protozoa
5. Infeksi virus
Yang paling sering ditemui dan biasanya bersifat fatal pada anak anjing yang belum divaksinasi adalah parvovirus dan coronavirus. Infeksi oleh virus ini menyebabkan diare berdarah akut disertai muntah dan dehidrasi parah. Berbeda dengan infeksi lain, virus bersifat contagious (sangat menular) dengan tingkat morbiditas (virulensi) dan mortalitas (kematian) tinggi terutama pada anak anjing. Pencegahan hanyalah dengan vaksinasi yang dapat dimulai saat anak anjing memasuki usia 6-8 minggu.
6. Obat maupun toksin
Obat tertentu dapat menimbulkan efek samping diare, diantaranya NSAID (non steroidal anti-inflammatory agent) seperti aspirin, anthelmentik (obat cacing), obat antikanker serta beberapa jenis antibiotik tergantung sensitivitas individual.
7. Inflammatory bowel disease (IBD)
Terjadinya IBD atau yang lebih dikenal dengan peradangan di saluran cerna diduga oleh adanya peranan berbagai faktor seperti nutrisi, bakteri, genetik dan sistem imun yang menyebabkan reaksi hypersensitif sehingga terjadi gangguan permeabilitas dan lesion (luka) jaringan mukosa dan akhirnya berdampak pada terjadinya diare kronis.

Selain faktor penyebab, anda juga perlu mengenali durasi diare pada anjing yang dapat dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu diare yang bersifat akut dan kronis. Diare akut umumnya terjadi tiba-tiba dan berlangsung dalam durasi yang pendek hingga 1-2 minggu. Sedangkan bila diare terjadi secara persisten (lebih dari 3 minggu) atau memiliki sejarah berulang maka dapat dikategorikan sebagai diare kronis.
Saat anjing anda mengalami diare akut ringan namun kondisinya tetap lincah dengan nafsu makan yang baik dan tanpa disertai gejala klinis lain maka kemungkinan diare yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor diet. Meskipun demikian baik diare yang bersifat akut maupun kronis tetap memerlukan perhatian khusus bila disertai dengan adanya gejala lain seperti nafsu makan berkurang, muntah, demam, lemas, mukosa pucat, diare disertai adanya darah maupun lendir, rasa sakit pada bagian abdomen dan lain sebagainya. Pada kondisi ini sebaiknya anda segera memeriksakan hewan anda ke klinik hewan maupun dokter hewan setempat untuk mendapatkan penanganan segera dan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya penyakit yang serius.
Pengobatan diare ringan:
1. Diatabs, Diapet, Entrostop
2. Kaolin + pektin (merk NEO KAOLANA), dosis 1cc/kg, 3x sehari, 15 menit sebelum makan, selama 5 hari atau hentikan setelah pendarahan dan diare berhenti.
1. Diatabs, Diapet, Entrostop

Kaolin + pectin berfungsi menyerap zat zat berbahaya dan melapisi dinding usus supaya tidak memperparah luka.

Pengobatan jika diare tidak berhenti:
Ada 2 pengobatan yang bisa dilakukan , dengan memakai :
1. Antibiotik : Sanprima atau Metronidazol.
Beri sulfamethoxazole+trimethoprim (merk SANPRIMA) beli di apotik. dosis 12,5 s/d 50mg/kg diacu pada kandungan trimethoprim, 2x sehari setelah makan), HARUS diberikan selama 5 hari ( tidak boleh dihentikan sebelum 5 hari meski sudah sembuh).
Saya pernah mengalami kasus berhenti memberikan antibiotik pada hari ke 2 karena berpikiran sudah sembuh, ternyata ini akan menjadi masalah besar di kemudian hari, malah menjadi semakin sering diare karena resisten antibiotik, akhirnya dengan sangat menyesal saya harus memakai kandungan double alias Forte - San Prima Forte, Ingat! selesaikan konsumsi obat sampai hari ke 5.


Resistensi antibiotik adalah kondisi ketika suatu strain bakteri dalam tubuh manusia menjadi resisten (kebal) terhadap antibiotik. Resistensi ini berkembang secara alami melalui mutasi evolusi acak dan juga bisa direkayasa oleh pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat
2. Antidiare : Imodium yg berperan paling penting.
Beri liporamide (merk IMODIUM), dosis 0,1mg/kg, 2x sehari setelah makan), selama 5 hari atau hentikan setelah pendarahan berhenti.

3. Vitamin K : 1tablet, 1x sehari saja setelah makan, selama 3 hari.
4. Anti muntah : Anti mutah hanya diberikan apabila perlu; Damaben atau Vometa, diberikan sebelum makan kalau anjing muntah setelah makan, sehingga obat keluar lagi. Makanan yang mudah dicerna seperti bubur ayam juga berperan penting. Multi vitamin tidak saya gunakan, karena terkadang susah dicerna.

Biarkan perutnya kosong selama 8 s/d 12 jam (tetap minum).
Beri makan bubur ayam (daging:nasi=1:1 masak dengan api kecil, daging ayam bagian dada yang tidak berlemak), pastikan anjing tidak alergi dengan ayam, kalau alergi ganti dengan daging lain pilih yang tanpa lemak. Setelah sembuh baru pelan pelan boleh di ganti ke makanannya yang biasa.
Bubur ayam adalah makanan yg sangat mudah dicerna oleh anjing, supaya usus tidak bekerja terlalu berat dan memperparah luka.
Jika anjing lemas, boleh dikasi minum larutan PEDIALYTE.
JANGAN DIBERI MADU, JANGAN DIBERI KUNING TELOR.

Bila dalam 5 hari tidak sembuh juga, segera bawa ke vet untuk diinfus dan diobservasi lebih lanjut.
Beberapa tambahan supplement prebiotik saya berikan untuk melancarkan proses pencernaan dan sangat membantu, solusi bagus dan murah bisa dengan Yogult Plan - yogult tanpa gula dan rasa (bisa beli di supermarket), diberikan setelah makan sebanyak 4 sendok makan / hari, dibagi 2x makan.
Untuk mengaktifkan flora di dalam pencernaan nya membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan.

Mengenal Sanprima Forte Cotrimoxazole :
Merupakan antibiotik kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole. Kombinasi ini terdiri dari perbandingan trimethoprim dan sulfamethoxazole satu banding lima. Trimethoprim merupakan antibiotik yang bersifat bakterisida sedangkan sulfamethoxazole merupakan antibiotik yang bersifat bakteriostatik. Kombinasi kedua antibiotik ini akan bekerja menghambat enzim yang memetabolisme asam folat pada bakteri yang peka, sehingga dalam bentuk kombinasi, antibiotik ini akan bersifat bakterisida.

Indikasi Obat Sanprima Forte dapat digunakan untuk pengobatan beberapa infeksi berikut :
Infeksi saluran pernapasan : Sebagai obat alternatif untuk mengobati bronchitis kronis eksaserbasi akut yang disebabkan oleh pneumoniae atau H. Influenzae.
Antibiotik yang masih efektif untuk mengobati otitis media akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae Infeksi saluran pencernaan : Jika tidak ada obat golongan quinolon,
Sanprima Forte juga bisa digunakan sebagai pencegahan traveller diare yang disebabkan oleh bakteri E. Coli.
Bisa juga untuk mengobati disentri. Infeksi saluran kemih : sebagai pengobatan infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri E. coli, Enterobacter, P. vulgaris, Proteus mirabilis, Morganella morganii, atau Klebsiella.
Brucellosis dan kolera : sebagai antibiotik alternatif jika obat utama (antibiotik tetracycline) tidak dapat digunakan, misalnya pada anak-anak.
Infeksi Kulit : Sebagai pengobatan infeksi kulit yang diakibatkan oleh bakteri M. marinum Pertusis :
Sebagai antibiotik alternatif jika pasien alergi terhadap antibiotik erythromycin. Demam tifus atau penyakit tipes dan infeksi Salmonella lain :
Mengenal Obat Metronidazol
adalah salah satu antibiotika yang paling banyak diresepkan oleh dokter di Indonesia. Metronidazol merupakan antibiotik yang cukup bagus untuk mematikan bakteri anaerob, yaitu bakteri yang hidup dalam suasana tanpa oksigen seperti di dalam luka tertutup contohnya luka pada kaki penderita kencing manis (diabetes) atau di dalam organ contohnya pada infeksi pada perut bagian dalam.

















































